Oleh : Ridwan*) Kisah seorang yang selalu dianggap remeh dan direndahkan karena perilaku yang membuat orang jengkel. Polahnya selalu ad...

The Boy Who Becomes A Man

/
0 Comments
Oleh : Ridwan*)

Kisah seorang yang selalu dianggap remeh dan direndahkan karena perilaku yang membuat orang jengkel. Polahnya selalu ada-ada saja yang dia lakukan entah merusak ketenangan, berjalan kesana kemari sesuai dengan keinginannya dan ngoceh hal-hal yang tidak bermutu. Tidak heran semua orang melabelinya trouble maker. Hari demi hari orang tuanya dipanggil di masa sekolahnya dia selalu berantem karena suka dibully teman-teman di sekolahnya. Ibunya orang yang sangat sabar, dia sangat menyanyangi anaknya tidak peduli label buruk melekat pada anaknya, tetapi ia yakin bahwa anaknya akan sukses. Seorang tersebut bernama Ridwan. Sekarang dia duduk di bangku perkuliahan semester dua sebenarnya dia semester empat karena dia sempat mengulang kuliah karena ia sangat tidak kerasan dengan tempatnya kuliahnya tersebut. Hadar sekarang sudah menyandang status mahasiswa UGM.

UGM atau Universitas Gadjah Mada adalah salah satu kampus ternama di Indonesia. Seleksinya begitu ketat tidak semua orang pun bisa diterima di kampus tersebut. Banyak orang beranggapan bahwa hadar tidak akan sukses karena perilaku yang buruk, tetapi dia dapat mematahkan omongan sampah tersebut. Dia bisa sukses dengan kemampuannya tersebut yang dinilai orang pas-pasan dan tidak mempunyai keistimewaan apa-apa. Dibalik dia bisa masuk di perguruan tinggi ternama ada dukungan orang-orang terdekatnya yang dapat memahami dia dan juga kerja keras serta doa. Terutama ibunya yang selalu memerhatikan dia walau memiliki watak yang keras, tetapi watak tersebut berhasil membuat anaknya menjadi anak yang terarah. Ridwan mempunyai tekad yang kuat salah satu keistimewaannya dibanding anak lain.

Ada kisah memilukan dibalik semua itu. Orang tuanya kini telah berpisah. Ayahnya mempunyai istri baru lagi dan ibunya kini menjanda tinggal sendiri di bogor. Dia anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya kini sedang duduk di bangku kelas tiga SMA. Ridwan dan adiknya juga dipisahkan. Ridwan berada di yogya untuk menempuh pendidikannya sementara adiknya berada di semarang. Perceraian orang tuanya dimulai hanya pertengkaran kecil yang ribut saja, tetapi ada dendam lama yang disimpan oleh ayahnya.

Ketika dia duduk kelas 3 SMA di mulai lebaran pada tahun 2013 yang sang ayah hendak naik haji. Awal cerita bermula saat ayah ingin mengajak pulang lebaran ke jepara. Karena menurut ayahnya pulang kampung adalah hal yang sakral karena beliau berprofesi nahkoda  yang jarang bertemu dengan sanak saudaranya di kampung halamannya. Ibunya merasa perlakuan kurang enak dari sanak saudaranya terutama etika dan perilakunya maklumlah kedua orang tua ridwan mempunyai latar belakang yang berbeda ayahnya berasal dari lingkungan pedesaan sementara ibunya dari lingkungan perkotaan. Sosial dan budaya berbeda yang membentuk pemikiran kedua orang tua ridwan berbeda sehingga mereka menjadi salah paham. Karena sang ayah memaksa sang ibu pun menolak keras dan akhirnya mengeluarkan isi unek-uneknya selama ini dan terjadilah pertengkaran kala itu yang bersengit panas.

Semenjak kejadian itu hubungan ayah dan ibunya merenggang dan mulai terjadi perang dingin diam-diaman dan yang paling mengkagetkan ketika ayah memberi surat perceraian. Mulai di situlah keadaan keluarganya mulai terpuruk beritanya perceraian ke tetangganya disebarkan oleh ayahnya sendiri yang hendak menceraikan ibunya. Disitulah titik terlemah ridwan yang di mana masa kelas 3 SMA adalah masa penentuan masa depannya. Ia pun melakukan pelarian kadang main sampai malam di rumah temannya jarang belajar alhasil dia jarang belajar karena melihat kedua orang tuanya bertikai dan tidak sempat mengarahkan hal yang terbaik dan masa depannya. Sehingga, Dia gagal masuk seleksi PTN manapun alhasil dia diterima di perguruan tinggi swasta di Universitas islam sultan agung tetapi karena merasa tidak cocok dengan jurusan dan suasana kampus tersebut ridwan memutuskan untuk keluar. Beruntungnya ridwan bertemu dengan guru les SBMPTN bernama pak yuas. Pak yuas orang yang ramah dan tak segan membantu karena saat kecil juga merasa pahitnya hidup. Pak yuas memberikan les gratis kepada ridwan alhasil ridwan diterima di UGM selain itu juga dukungan kakak kelasnya bernama mbak Hawe. Mbak hawe menyemangati ridwan karena melihat potensi ridwan yang ada di dalam dirinya keduanya bertemu di acara ekspo kampus di SMA nya dua-duanya memiliki latar belakang yang sama yaitu broken home dan dia dipekenalkan ke komunitas HAMUR oleh mbak Hawe komunitas yang berisi survivor broken home yang ingin memperjuangkan cita-citanya.

Di sana lah Ridwan bertemu orang-orang yang senasib dengannya yang memiliki keluarga yang tidak harmonis yang mempunyai suatu kesamaan visi dan misi sehingga ridwan bisa bergaul dengannya dan kini ridwan pun bangkit keterpurukannya dan membangun cita-citanya yang ingin dan membantu orang yang buta akan perkuliahan yang ada di sekolah dan asal daerahnya agar orang yang bernasib dengannya dapat mendapatkan pendidikan yang layak dan sekaligus ingin mengejar cita-citanya. Ridwan mempunyai cita-cia yang mulia juga dia diamanahkan agar memajukan pertanian indonesia yang sedang terpuruk. 

*) Nama penulis disamarkan


You may also like

Tidak ada komentar:

Total Tayangan Halaman

Pencarian

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Most Trending

Popular Posts